Dulu Aku Pencontek Ulung Lho… [ July 6th, 2010 ] Posted in » Diary

Nah, dari judulnya udah ketebak kan?
Aku ini pencontek ulung.
Semua orang tahu Amy itu sebenarnya busuk. Ya, Amy hanya seonggok daging yang nantinya akan membusuk. (kalian yang bilang aku busuk juga iya lho… wkwkwkwk… piss meeeennnn…
Nah, yuk mari dibaca! Cekidot!

Dulu pada suatu masa di masa laluku yang sangat indah, aku pernah mengalami fase dimana aku bosan belajar dan menjadi pencontek ulung. Mulai dari ngebet, nglirik, melotot, taktik ga dilihat pengawas, sampai ngapalin halaman buku dimana materi itu dibahas (nah lo, sama aja belajar kan???),dll, semua pernah aku lakukan. Jadi aku udah hafal semua itu. Tapi aku berbaik hati
»» baca lagi lanjutannya.. »»

Apakah Saya, Anda, atau Mereka yang Menjadi Bedebah?

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah nasib suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya


»» baca lagi lanjutannya.. »»

June 23rd, 2010 | Leave a Comment

KAMI BUKAN PECUNDANG YANG HANYA DIAM!!!!

Kami bukan pecundang yang hanya diam melihat semuanya. Palestine menangis. Puluhan tahun sudah boikot atas Palestine menyiksa semua warga di sana. Ya, dibunuh pelan-pelan. Ini bukan sekedar permasalahan antar agama, tapi permasalahan sosial seluruh penduduk dunia. Bencana perang seolah telah usai, tapi bencana kelaparan terus menggerogoti penduduk Tepi Barat, itulah yang selama ini disembunyikan oleh Zionis.

Kini dunia tahu apa yang terjadi di sana. Ribuan relawan dari berbagai negara, tidak hanya negara-negara Islam, tidak hanya orang-orang Islam, semua tergerak karena punya hati nurani, karena perdamaian di muka bumi adalah harga mati.
Namun dengan angkuhnya, seolah kebal
»» baca lagi lanjutannya.. »»

June 14th, 2010 | Leave a Comment

REFLEKSI 102 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL

RINTIHAN DALAM KUBUR PARA LELUHUR

Andai aku dapat bangun dari kubur sempit ini
Aku ingin bertemu
Aku ingin bicara pada seluruh manusia di negeri ini
Seluruh anak cucuku di bumi pertiwi bernama INDONESIA
Aku ingin bertanya kepada kalian wahai anak muda
Kenapa sekarang kau tunduk dengan negara lain?
Tahukah kau
dulu keringat kami diperas
Dulu tulang ini dipelintir hingga hancur
remuk
Dulu otot-otot ini dibanting
Nenek-nenek dan ibu-ibumu diperkosa bagai binatang
Tak ada lagi kehormatan bagi kami para pribumi
Atas nama KEHORMATAN kami berjuang
Keringat, darah, dan airmata bercucuran
Basah hingga
»» baca lagi lanjutannya.. »»

May 5th, 2010 | Leave a Comment

Powered by WordPress | Maintain by CIPTO, Great Expectation | Entries (RSS) and Comments (RSS).